Jl.Sim Blang Bintang , Aceh Besar acehcyberpost181@gmail.com 0812-3223-4990 Aceh Cyber Post

Saturday, 7 November 2015

Membuat Obat Diabetes Alami Buatan Sendiri

Diabetes atau biasa orang indonesia menyebutnya dengan penyakit kencing manis, adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya insulin, hal ini dikarenakan karena tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin. Jika penyakit ini tidak segera di obati maka akan menimbulkan tanda tanda seperti turunnya berat badan. ciri ciri lainyya seperti penglihatan semakin kabur, luka sulit sembuh, sakit kepala dan gatal.

obat diabetesJika semakin diabaikan efek buruknya penyakit ini dapat menimbulkan resiko komplikasi penyakit yang cukup lama. Untuk itu nitips.com akan memberikan beberapa obat diabetes alami dari bahan tradisional alami yang bisa Anda buat di rumah. Berikut beberapa obat diabetes yang bisa Anda manfaatkan
1. Mengkudu
Buah mengkudu banyak mengandung Proxeroni yang merupakan zat yang dapat membtuk alkaloid yang berfunsi untuk membuka pori pori sel, sehingga nutrisi akan mudah menyerap ke dalam tubuh. Kemampuan inilah yang membuat mengkudu cukup baik untuk dijadikan obat diabetes. caranya
  • Ambil 1 buah mengkudu
  • Kemudian diblender, setelah itu peras airnya
  • Masukkan air atau ekstrak mengkudu ke dalam gelas
  • Jika Anda tidak tahan dengan rasa dan baunya, Anda juga bisa manambahkan sedikit madu

2. Mengobati diabetes dengan kunyit

Kunyit sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Oleh karena itu, ini bisa menjadi obat diabetes alami yang paling mudah digunakan. Karena sudah tidak asing dengan tanaman yang satu ini, maka kunyit bisa dijadikan solusi alternatif untuk mengobati penyakit gula darah atau diabetes. Cara menggunakannya.

  • ambil 1 rimpang kunyit dan tambahkan dengan setengah sendok garam.
  • Kemudian rebus dalam satu liter air hingga air mendidih.
  • Saring air rebusan tersebut dan biarkan agar dingin.
  • Setelah dingin, minumlah air rebusan kunyit tersebut cukup setengah gelas saja.
  • Minumlah secara teratur dua kali dalam satu minggu.
Dengan cara ini, kadar gula darah penderita diabetes akan stabil sehingga mencegah komplikasi penyakit lainnya.

3. Mengobati diabetes dengan tanaman mahkota dewa

Tanaman herbal lainnya yang mampu atasi penyakit diabetes adalah tanaman mahkota dewa. Bahkan kepopuleran tanaman mahkota dewa belakangan ini semakin naik karena manfaatnya yang begitu penting dalam pengobatan berbagai penyakit. Untuk mengobati penyakit diabetes dengan tanaman mahkota dewa juga tidak sulit.
  • Siapkan 3 hingga 5 potong tangkai tanaman mahkota dewa.
  • Kemudian tambahkan 3 lembar daun salam dan cuci hingga bersih.
  • Rebus menggunakan air 3 gelas dan terus rebus agar mendidih sampai air hanya tersisa setengah gelas.
  • Minumlah air rebusan tersebut setiap hari agar penyakit diabetes bisa diatasi.
Anda dapat mencoba tips membuat obat diabetes alami ini sendiri di rumah.

4. Mengobati penyakit diabetes dengan tanaman brotowali

Ini merupakan tanaman obat yang sudah dikenal sejak lama. Rasanya yang pahit sering dibuat untuk campuran jamu sehingga sangat khas. Khasiatnya yang ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit membuatnya semakin populer di kalangan masyarakat. Salah satu manfaatnya yang cukup ajaib yaitu untuk menyembuhkan penyakit gula darah ini. Resep pengobatan diabetes dengan tanaman brotowali juga sangat mudah dibuat. Caranya.
  • ambil batang tanaman brotowali kira-kira sebesar jari atau 10cm.
  • Tambahkan satu genggam akar pepaya dan rebus kedua bahan alami tersebut.
  • Rebus hingga mendidih dan biarkan agar dingin baru minum air rebusan tersebut untuk mengobati penyakit diabetes.
5. Daun kemangi
Daun kemangi merupakan tanaman alami yang dapat mengatasi masalah penyakit diabetes. Kemangi merupakan daun yang biasa digunakan sebagai lalapan dan biasa dimakan dengan menggunakan sambal. Dan lebih ikmat lagi, kemangi yang disandingkan dengan akan lele pasti akan sangat menggoda selera. Namun dibalik itu, manfaat daun kemangi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit gula darah. Daun kemangi memiliki suatu kandungan yang dapat membantu proses sekresi insulin pada tubuh, jadi kadar gula darah akan tetap stabil. Cara mengonsumsinya pun seperti biasa dan cukup digunakan sebagai lalapan. Karena kemangi dikonsumsi dalam keadaan mentah, maka pastikan kebersihannya terjaga.
Itulah beberapa ramuan obat diabetes melitus secara tradisional dan alami yang bisa Anda buat sendiri di rumah. Semoga Artikel ini bisa membantu Anda untuk menyembuhkan penyakit diabetes yang Anda derita

Friday, 6 November 2015

Kisah Mal’un yang Masuk Surga


PADA zaman Nabi Isa as. ada seorang yang terkenal dengan kekikirannya, sehingga ia dijuluki ‘Mal’un’. Suatu hari datanglah kepadanya seorang pejuang yang akan berperang. Pejuang itu berkata, “Berilah aku senjata untuk berperang, demi keselamatanmu dari api neraka.”
Mal’un tidak memperhatikan permintaan tersebut. Setelah pejuang itu pergi, Mal’un merasa menyesal. Lalu ia memanggil kembali pejuang tersebut dan diberikanlah pedang kepada pejuang itu.
Sepulang dari medan perang ia bertemu dengan Rasulullah as. yang tengah bersama seorang abid.
“Hai, pejuang,” tegur nabi Isa, “Dari mana kau dapatkan pedang itu?”
“Dari mal’un,”
Nabi Isa gembira mendengarnya. Bertepatan dengan itu, Mal’un sedang duduk di depan pintu rumahnya. Seketika ia menyambut nabi Isa dan abid itu.
“Aku akan segera pergi sebelum terbakar oleh apinya,” kata si abid.
Saat itulah turun wahyu, “Hai, Isa, katakanlah kepada hamba-Ku (Mal’un) bahwa aku sudah mengampuni dosanya karena shodaqoh pedangnya itu, dan karena dia senang kepadamu. Juga sampaikan kepada abid itu bahwa dia adalah kawanmu kelak di surga.”
Mendengar berita dari nabi isa as. si abid menjawab, “Aku tidak rela berkawan dengan dia di surga.”
Lalu turun wahyu, “Hai, Isa, katakana kepada abid itu, karena ia tidak rela atas keputusan-Ku dan menghina orang, maka mulai saat ini Kujadikan ia Mal’un dan penghuni neraka kelak. Dan orang yang semula disebut Mal’un kini menggantikan tempat si abid di surga kelak.”[]



Sumber: www.islampos.com Keajaiban Shodaqoh/ Muhammad Muhyidin/ Penerbit Divapress

Wednesday, 4 November 2015

Subhanallah, Air pun Ternyata Bisa Mendengar



“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30).
DALAM kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi.
Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water,Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis. Wallahu a’lam. 



Sumber :www.islampos.com

Menikah Tak Cukup Bermodal Cepat

Oleh: Mawar Dani, Pegiat Tulis Berdomisili di Asahan, Berjuang Memuliakan Hidup Melalui Jejakan Pena
Cintakah yang membuatnya membiarkan luka itu menimbun airmata?
AKU baru saja mengecek file dokumen yang akan segera dikirim ke pusat. Jam masih lumayan pagi, beberapa hari ini matahari sudah tampak tersenyum menyapa kampung kami. Maklum, beberapa waktu terakhir asap memang menyelimuti hari yang kami jalani.
Mataku yang sudah mulai bermasalah dengan jarak pandang jauh menjadikan diri sebagai orang yang semakin cuek dengan lingkungan. Aku mendengar suara kereta – sebutan untuk sepeda motor bagi orang Medan – berhenti di parkiran kantor yang tak seberapa luas. Aku sempat melirik sekilas, lalu menundukkan pandangan. Khawatir jika tamu itu tersenyum, namun karena pandangan yang kurang jelas ini hanya berbalas tatapan wajahku yang jutek.
Semakin dekat aku mendengar langkah itu masuk. Ah, ternyata dia teman sekolahku, sejak SD hingga SMA satu kelas. Anaknya kini sudah dua. Dia menikah ketika aku masih menjalani semester tiga masa kuliah.
“Ada apa, Lis?”
“Aku mau minta buatkan surat talaq, bisa?”
Aku menggelengkan kepala. Sebenarnya masalah ini sudah kudengar dua tahun lalu.
“Aku panggil Ibu saja ya.” Maksudnya memanggil Ibu yang senior bekerja di kantor ini.
Dua anaknya terlihat sehat dan lincah. Aku bahkan gemas dengan anaknya yang kecil, badannya begitu montok, mirip dengan bintang iklan sufor.
“Ada masalah apa?” tanya Bu Boru.
KUA bukan hanya menangani masalah pendaftaran nikah, di sini juga terdapat BP4 yang mencakup ruang lingkup menangani perselisihan keluarga. Memang lebih baik menceritakan masalah pada tempatnya agar tidak timbul masalah baru.
“Aku mau cerai, Bu. Bisa minta buatkan surat talaq?”
Lalu Bu Boru menjelaskan, bahwa kami tidak menangani mengenai perceraian. Hanya membantu mencari solusi terhadap pernikahan yang sedang dilanda masalah.
“Masalahmu sebenarnya apa? Mungkin kita bisa cari penyelesaian yang lebih kekeluargaan sifatnya.”
Lisna, nama temanku tadi, menceritakan bahwa suaminya sudah sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sering keluar malam untuk minum maupun judi. Pulang menjelang subuh sehingga siang hari dijadikan sebagai waktu beristirahat.



Sumber : www.islampos.com

Tuesday, 3 November 2015

Bebeb, Ay Leuv Yu!

Oleh: Widianingsih, Penulis Memeluk Buah Hati seperti Rasulullah
“THANKS ya Beb, udah perhatian banget sama istri ngasih kejutan Ulangtahun”, kicau temannya di medsos.
“Ayang, titidije ya, makasih banget bunganya, sama waktunya udah nyempetin nganter istrimu ini shoping“, tulis teman lainnya.
“Aku bahagia banget cinta, punya suami kayak kamu yang selalu memberi hadiah istimewa saat anniversary pernikahan kita”, tak kalah teman lain ungkap hal serupa.
Ia termenung. Suaminya begitu menyebalkan. Teman lain beruntung punya suami yang romantis. Setiap saat upload foto bersama. Mereka nampak bahagia. Sedangkan ia hanya memandangi tumpukan baju kusut siap setrika menggunung dihadapannya.
Ingin rasanya berteriak. Suaminya begitu buruk dibenaknya. Ia tak pernah sekalipun merasakan diperhatikan sedemikian heboh seperti yang ditulis rekan rekannya.
Ia menghela nafas. Namun tetap melanjutkan sisa pekerjaan yang menantinya sedari tadi. Walaupun ia merasa menjadi istri yang paling tak bahagia, tapi ia tetap menjalankan kewajibannya.
Mungkin bukan hanya ia yang mengalami hal itu. Sedih, merasa tak beruntung, malah merasa bernasib buruk memiliki suami yang tak bisa seromantis suami temannya.

Tapi apakah rumah tangga akan bahagia hanya jika memiliki suami romantis? Saya jadi teringat salah satu film Korea yang berjudul “Marriage not Acting”. Pasangan suami istri dalam cerita itu selalu upload foto romantis, berduaan, jalan-jalan, makan-makan, semuanya dibagikan di media sosial.
Semua keluarga maupun teman ngiri atas pernikahan mereka. Seolah-olah pasangan ini adalah pasangan paling romantis di zamannya. Namun tahu kah teman, itu semua hanya akting. Setiap saat pasangan ini kerap berseteru, bahkan parahnya masing- masing mencintai orang lain.
Jadi, apakah rumah tangga akan bahagia jika suami atau istri romantis? Belum tentu. Karena menikah bukan hanya urusan apakah pasangan ingat tanggal pernikahan atau tanggal lahir pasangan. Ataukah bahkan mungkin kita menikah hanya ingin punya supir pribadi yang siap antar kemana saja istri mau pergi?. Bukan, bukan seperti itu kawan.
Pernikahan akan bahagia hanya jika suami atau istri mencintai pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Tentu, bukan cinta karena fisik belaka, atau bahkan cinta uang semata. Karena itu semua ada masanya.
Memiliki suami atau istri tak romantis bukan akhir sebuah pernikahan. Coba renungkan, saat kita kecewa atau sedih, bayangkan betapa suami atau istri memiliki banyak kelebihan juga kebaikan yang membuat hati jatuh cinta.
Masihkah mengeluh, berharap pasangan romantis? Stop kawan, karena menikah bukanlah akting, menikah adalah ibadah, yakinlah tak ada yang sia-sia dihadapan Allah. Jika suami atau istri masih taat menjalankan perintah Allah, tetap dijalan yang Allah ridhoi, maka mari berbahagialah. Tak perlu memaksanya mengucap Bebeb, Ay leuv yu, setiap waktu. []


Sumber : www.islampos.com

Inilah Waktu yang Paling Tepat untuk Minum Air


MINUM saat sedang makan bukanlah kebiasaan Rasulullah SAW, terlebih jika air itu masih panas, atau air dingin seperti es, dan air yang mengandung gas.Kebiasaan seperti itu sangatlah jelek. Karena hal itu akan menyebabkan lambung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses pencernaan, sehingga harus mengarahkan upaya yang lebih besar dari kemampuan yang dimilikinya.
Minum sesaat setelah makan atau sebelumnya, dan sesaat setelah makan buah-buahan, tidaklah dianjurkan. Berikut penjelasannya.
1. jika kita minum sesaat setelah makan akan berakibat memperlambat proses pencernaan dan mengurangi tingkat konsentrasi organ pencernaan, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuannya dalam mengolah makanan. Dengan demikian, proses pencernaan makanan pun akan berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Karena itu, dianjurkan untuk menunda minum, agar organ pencernaan dapat berkonsentrasi sesuai dengan jumlah makanan, dan dapat membantu mempermudah proses pencernaan. Waktu yang paling tepat untuk minum adalah satu jam setelah makan.
2. Jika kita makan sebeum makan. Di antara hal yang dapat mengurangi nafsu makan adalah meminum secangkir kopi, atau segelas air sebelum makan. Selain itu, seseorang juga dianjurkan untuk tidak minum air teh baik sebelum maupun sesudah makan karena hal itu akan mengurangi jumlah lendir yang berfungsi untuk mencerna makanan. Sejumlah studi dan penelitian membuktikan bahwa minum teh dapat menghalangi proses penyerapan zat besi dalam makanan. Kondisi demikian bisa menyebabkan seseorang terkena anemia, karena unsur tanin yang ada dalam teh. Adapun waktu yang paling tepat untuk minum air teh adalah, dua jam setelah makan.
3. Sesaat setelah makan buah-buahan. Karena banyaknya zat gula yang terdapat dalam buah-buahan. Jika zat gula itu ditambah dengan air, dapat membuat badan menjadi gemuk. []



Sumber: www.islampos.com - Inilah Makanan Rasulullah SAW/Prof. Dr. abdul Basith dan Muhammad as-Sayyid/Grup Maghfirah Pustaka

Penulis

Followers

Popular Posts

Al-Qithar. Powered by Blogger.

Translate