Jl.Sim Blang Bintang , Aceh Besar acehcyberpost181@gmail.com 0812-3223-4990 Aceh Cyber Post

Thursday, 3 December 2015

Cara Membangun Jaringan Ngeblog yang Saling Menguntungkan



Seorang rekan kerja saya beberapa kali ditawari posisi di perusahaan lain walaupun dia tidak melamar posisi tersebut. Ketika saya bertanya mengapa hal itu bisa terjadi, rekan kerja tersebut menjawab bahwa dia memiliki banyak teman atau kolega di beberapa perusahaan.
Dengan kata lain, dia membangun jaringan dengan banyak kolega tersebut.
Apakah jaringan perlu dalam dunia ngeblog? Saya berpendapat perlu.
Mengapa?
Karena jika Anda memiliki jaringan dengan banyak blogger, maka mereka akan dengan senang hati membacklink postingan Anda, merekomendasikan blog Anda ke orang lain, dan bahkan membantu menjualkan produk atau jasa Anda.

Cara membangun jaringan ngeblog

1. Buat daftar para blogger yang setopik dengan blog Anda
Berapa banyak blogger yang harus ada dalam daftar Anda? Tidak ada aturan bakunya. Bergantung dari selera Anda (semakin banyak semakin baik).
Lalu, bagaimana cara menemukan blogger yang setopik dengan blog Anda? Cara termudah dengan mengetikkan topik blog Anda di Google Blog. Cara lain adalah dengan blogwalking.
2. Perkenalkan diri Anda
Ketika Anda telah membuat daftar para blogger, Anda harus memperkenalkan diri kepada mereka. Gunakan alamat email atau contact form mereka.
Di bawah ini adalah poin-poin ketika Anda memperkenalkan diri:
  • Jangan bertele-tele. Langsung informasikan bahwa Anda menghubungi mereka untuk memperkenalkan diri.
  • Sebutkan bahwa blog Anda (disertai URL-nya) memiliki topik yang sama dengan mereka.
  • Informasikan bahwa Anda menyukai konten blog mereka dan Anda akan melink-nya.
Berikut adalah contoh pesan untuk mengilustrasikan poin-poin di atas.
Halo [nama blogger yang dihubungi],
Saya menghubungi Anda untuk memperkenalkan diri. Nama Saya adalah….[nama Anda], dan saya juga memiliki blog dengan topik…[topik blog Anda]. URL-nya adalah…
Saya berpandangan bahwa konten Anda sangat menarik, dan Saya akan merekomendasikan beberapa konten tersebut kepada pembaca blog saya.
Salam hangat,
[nama Anda]
3. Link (trackback) beberapa postingan mereka
Aturan baku dari membangun jaringan adalah memberi sebelum menerima. Jika Anda ingin para blogger tersebut melink ke blog atau postingan Anda, link-lah postingan atau blog mereka terlebih dahulu.
Cara melinknya bisa dengan membuat postingan link atau melink-nya dalam postingan relevan Anda. Jika postingan link Anda tidak terlacak dalam trackback atau pingback mereka, maka yang Anda harus lakukan adalah menginformasikannya via email atau contact form.
4. Sokong mereka
Selain melink konten mereka, Anda juga mesti menyokong mereka dengan cara lain. Berikut contoh-contohnya:
  • Rekomendasikan blog mereka ke teman Anda
  • Rekomendasikan produk atau jasa mereka
  • Wawancarai mereka
  • Kirimkan postingan mereka yang Anda rasa bermanfaat ke situs sosial (facebook, tweeter, Lintas Berita,dan sebagainya)
5. Informasikan Postingan Berkualitas Anda ke mereka
Ketika Anda membuat postingan berkualitas, informasikan postingan tersebut ke mereka melalui email atau contact form. Dalam menghubungi mereka, hindari meminta mereka melink ke tulisan tersebut. Anda cukup menyebutkan bahwa mereka akan menyukai postingan tersebut.
Berikut contoh pesan yang mengilustrasikan pernyataan di atas:
Halo [nama blogger yang dihubungi],
Saya baru saja membuat postingan berjudul …….[nama postingan Anda]. Saya optimistis Anda menyukainya. URL-nya adalah…..
Salam
[nama Anda]
Dengan pendekatan seperti ini, mereka akan senang hati membaca postingan Anda (tanpa ada paksaan). Jika mereka menyukai postingan tersebut, mereka berpeluang melinknya.
Jika mereka tidak melinknya, Anda jangan putus asa. Teruskan membuat postingan berkualitas dan ulangi cara ke-3 sampai dengan ke-5. Cepat atau lambat mereka akan memback link postingan Anda.
Pada prinsipnya, membangun jaringan ngeblog adalah memberi sebelum menerima. Dengan menerapkan kelima cara di atas, cepat atau lambat Anda akan memperoleh jaringan ngeblog.

Mampukah Perempuan Zaman Sekarang Hidup Dengan Sunnah Rasulullah Saw?


Rasulullah Muhammad Saw adalah nabi terakhir yang ditunjuk oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di dunia sebagai petunjuk bagi umat manusia sebelum menghadapi hari akhir. Nabi Muhammad Saw adalah pemimpin, pemberi petunjuk dan panutan bagi kaum Muslimin. Tindakan-tindakannya, secara pribadi maupun di depan publik, selalu mendapat bimbingan dari Allah Swt sehingga ia menjadi lambang bagi orang yang berbudi luhur, berperilaku dan berkarakter mulia.
Rasulullah Saw dicintai dan dihormati oleh generasi pertama kaum Muslimin yang meniru, mengagumi dan mencontoh perbuatan serta sikap Rasulullah Saw dalam kehidupan mereka sehai-hari. Dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 31 disebutkan;
"Katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuniNya dosa-dosa kamu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi penyayang."
Kecintaan dan kasih sayang Allah Swt pada seorang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, tergantung pada tingkat kecintaan dan kepatuhan seorang mukmin pada Rasulullah Muhammad Saw. Kecintaan dan kepatuhan itu harus tercermin dalam cara hidup mereka dengan mencontoh kebiasaan, kualitas dan kepribadian Rasulullah Saw.
Kaum Muslimin menghadapi tantangan dan tekanan yang berat untuk memegang teguh keyakinan mereka atau keyakinan itu akan luntur oleh gaya hidup sekular. Berbeda dengan zaman Rasulullah Saw, para sahabat secara otomatis dan dengan sepenuh hati menjalankan Sunnah Rasulullah Saw. Sekarang, zamannya sudah berubah, menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi banyak kaum Muslimin. Beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain;
  1. Modernisasi Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, penerbangan, teknologi dan industrialisasi membuat kehidupan menjadi serba cepat dan riuh. Seseorang akan dipandang kuno atau primitif jika memiliih menerapkan metode-metode yang usang, yang ditemukan berabad-abad yang lalu dan bukan metode hasil penemuan riset yang modern, berdasarkan data dan penemuan ilmiah. Di jaman modern ini, para lelaki Muslim lebih senang mencukur jenggotnya daripada menumbuhkan jenggot.
  2. Tekanan Lingkungan dan Budaya Korporat Di jaman sekarang hampir setiap orang bekerja untuk mencari nafkah-mulai dari orang-orang tua, kaum perempuan, remaja bahkan kadang anak-anak. Kehidupan mereka hanya berkutat di seputar bagaimana mengejar karir dan menapaki jenjang karir di perusahaan. Orang enggan berkompromi terhadap karir mereka ketika praktek-praktek sunnah menjadi kendala dalam karir mereka. Contohnya, seorang muslimah mungkin tidak diijinkan mengenakan jilbab di tempatnya bekerja atau harus protes dulu agar ia boleh mengenakan rok panjang sesuai ajaran Islam.
  3. Tradisi dan Budaya Banyak kaum Muslimin yang ingin mempraktekkan ajaran Islam harus menghadapi tekanan dari generasi Muslim yang lebih tua dalam lingkungan etnis maupun geografis mereka. Generasi tua itu kadang memberikan preferensi tentang Sunnah Rasulullah yang sudah dicampuradukkan dengan budaya mereka.
  4. Invasi Teknologi Peralatan teknologi dan informasi yang berkembang sekarang ini memungkinkan gambar-gambar, rekaman video dan material lainnya ditonton dan dinikmati bersama orang lain di manapun, kapanpun. Tak terkecuali material-material yang eksplisit dan tidak layak disaksikan. Kaum Muslimin zaman sekarang ditantang untuk menjalankan Sunnah Rasulullah di tengah maraknya fitnah terhadap Islam dan kaum Muslimin itu sendiri. Misalnya, bagaimana seorang lelaki Muslim tertantang untuk menundukkan pandangannya ketika melihat gambar-gambar perempuan yang provokatif yang bertebaran di sekeliling mereka bahwa di telepon genggam saat mereka sedang membaca informasi-informasi.
  5. Kelompok-Kelompok Islam yang Menyimpang Kaum Muslimin harus berhati-hati karena banyak kelompok-kelompok Muslim yang tergelincir melakukan penyimpangan ajaran Islam dan melakukan bid’ah. Seseorang yang melakukan tindakan yang tidak ada dasar ajarannya dalam Islam dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah maka ia sudah jauh dari sunnah.
Mengatasi tantangan-tantangan itu agar kita tetap berpegang pada Sunnah Rasulullah Saw bukan pekerjaan yang gampang bagi umat Islam di zaman sekarang ini. Mereka bukan hanya harus menjaga keyakinan agama mereka dari gerusan modernisme dan dari godaan duniawi tapi juga harus berjuang melalui perbuatan dan perilaku mereka untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang praktis dan mudah diimplementasikan dalam situasi zaman apapun.
Tantangan Kehidupan Modern Bagi Muslimah
Sekarang ini, banyak Muslimah yang taat menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan keseharian mereka, terjun ke dunia dakwah. Para Muslimah ini juga begitu bersemangat untuk tetap memelihara dan mengikuti Sunnah Rasulullah, terutama yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai perempuan.
Islam memberi garis batas tegas soal gender. Misalnya, menunaikan salat di masjid lebih disarankan bagi kaum lelaki Muslim dan bukan bagi kaum perempuan. Para Muslimah oleh sebab itu, harus mencontoh kehidupan para perempuan dalam lingkungan Rasulullah Saw, yang mematuhi dan mempraktekkan agama Islam berdasarkan bimbingannya, untuk mendapatkan tuntunan dalam menerapkan Sunnah Rasulullah Saw dalam konteks kehidupan di masa kini.
Para perempuan mulia di lingkungan Rasulullah Saw yang paling utama dijadikan panutan adalah para isteri dan anak-anak perempuan Rasulullah Saw. Beberapa diantara mereka memiliki keahlian yang mumpuni dalam masalah hukum Islam.
Di jaman sekarang, tantangan terbesar bagi kaum perempuan dalam level global ketika mereka memilih untuk menerapkan Sunnah Rasulullah sebagai cara hidup mereka adalah, asumsi yang menyebutkan bahwa kaum lelaki dan Islam telah menindas kaum perempuan dan memaksa para perempuan untuk berpakaian serba sederhana serta asumsi bahwa perempuan seharusnya lebih fokus pada pekerjaan rumah tangga dan keluarga mereka, bukan pada karir atau pekerjaan di luar rumah.
Banyak Muslimah yang mematuhi Sunnah Rasulullah dan berkeinginan untuk menerapkan cara-cara hidup yang Islami. Tetapi, kesalahpahaman tentang kaum perempuan dalam Islam, yang dilakukan oleh media dan kelompok-kelompok yang berbasis gender membuat kesalahpahaman dan stereotipe yang tidak benar terpelihara.
Kiat Sukses Hidup Bersama Sunnah Rasulullah Saw
Tidak ada metodologi yang instan dan serba cepat agar kita bisa menjaga dan menerapkan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, di masa kini dan seterusnya. Tapi butuh strategi yang luas dalam jangka panjang yang akan membuahkah hasil. Untuk umat Islam, baik lelaki dan perempuan disarankan;
  1. Membekali Diri dengan Pengetahuan tentang Islam Misalnya, belajar membaca Al-Quran, belajar bahasa Arab, belajar tafsir Al-Quran, sering mendengarkan ceramah-ceramah agama oleh ulama berkualitas, bisa menambah ketaqwaan dan mendorong kita untuk berpegang teguh pada Sunnah Rasululullah Saw.
  2. Mempelajari Sirah, tentang kehidupan Rasulullah Saw dan Hadist. Ini bisa dilakukan dengan banyak membaca atau mendengarkan ceramah keagamaan tentang kehidupan Rasulullah Saw. Dengan demikian, semakin kita mengenal Rasulullah, makin mudah bagi kita untuk mencintai dan mencontoh tindakan dan perilakunya.
  3. Melaksanakan Kewajiban-Kewajiban Agama Tak peduli betatapun beratnya, laksanakan kewajiban-kewajiban utama seorang Muslim, seperti salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadan.
  4. Cari Teman yang Seiman Bergaulah dengan sesama Muslim yang taat menjalankan ajaran Islam, termasuk mengenali keluarga mereka. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan.
Tantangan yang sebenarnya, bukan apakah umat Islam bisa mempraktekkan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah Saw dengan efektif atau tidak. Tantangan itu adalah, bagaimana mengatasi berbagai kendala-kendala yang berdasarkan prasangka buruk semata terhadap umat Islam. Jika tantangan itu bisa diatasi, umat Islam membuktikan bahwa mereka bisa hidup dengan jalan yang mereka pilih. Jalan Islam dan Sunnah Rasulullah Saw. (Sadaf Faruqi/iol/ln)
Catatan Penulis:
Sadaf Faruqi adalah seorang muslimah yang tinggal di Karachi, Pakistan. Ia menyandang gelar master untuk bidang ilmu komputer dan diploma di bidang pendidikan Islam. Selain sebagai penulis lepas, Faruqi bertahun-tahun menjadi guru agama Islam untuk kaum perempuan dan remaja puteri. Tulisan-tulisannya dimuat di Majalah Hiba, Majalah SISTERS dan Saudi Gazette. Ia juga aktif sebagai blogger diMuslimMatters.org.

Sumber : eramuslim.com

10 Cara Alami Atasi Demam Pada Anak


Obat pereda demam untuk anak-anak banyak macamnya dan mudah didapatkan di apotik. Namun banyak di antara kita yang menghidarinya dan hanya menggunakan obat tersebut bila suhu badannya benar-benar tinggi.
Bahan dasar obat untuk meredakan demam pada anak umumnya adalah parasetamol atau ibuprofen. Keduanya memiliki efek samping, misalnya parasetamol dapat dikaitkan dengan asma, sedangkan ibuprofen dapat mengakibatkan sakit maag dan masalah ginjal.
Bila demam tidak terlalu parah, mengapa tidak dicoba saja 7 cara alami ini?

Memandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, akan membantu meredakan demam pada anak. Jangan memandikannya dengan air dingin karena ia akan menggigil kedinginan. Tambahkan garam mandi atau essential oil misalnya Lavender oil untuk menenangkan tubuh. Bila tidak mungkin memandikannya, lap tubuh dengan handuk atau washlap basah yang hangat.
Campurkan minyak kayu putih dengan 2-3 parutan bawang merah, ditambah seiris jeruk nipis. Bila minyak kayu putih terlalu keras, bisa diganti dengan minyak kelapa. Jeruk nipis dapat digantikan dengan asam Jawa. Pijatlah tubuh si kecil dengan ramuan ini, terutama punggung, dada, dan perut.
Masukkan kaki Anda di air panas. Kemudian masukkan sepasang kaus kaki katun ke air dingin, peras dan kenakan sebelum pergi tidur. Kenakan sepasang kaus kaki kering yang terbuat dari wol di atas kaus kaki yang basah.
Terapi ini akan membantu meringankan demam dengan mengumpulkan darah di kaki, sehingga melancarkan peredaran darah.
Dr. Jennifer Shu dalam babycenter.com mengatakan, kipas angin yang tidak diarahkan secara langsung kepada anak dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Anak sebaiknya jangan mengenakan pakaian yang terlalu tebal.
Inilah cara paling umum yang sering dilakukan sejak dulu, karena paling mudah dilakukan dan efektif. Kompreslah dahi dengan handuk basah yang dingin, atau sekarang sudah banyak tersedia alat kompres yang dapat dibeli di apotik terdekat. Kompresan air dingin akan menurunkan suhu di kepala, sehingga anak menjadi lebih tenang.
PepperMint Oil sangat bermanfaat untuk meredakan demam pada anak. Mentol yang ada di dalam PepperMint Oil akan melancarkan hidung yang mampat tersumbat, sinusitis, serta gejala demam lainnya. Pijatlah dada dan punggungnya secara perlahan. PepperMint Oil akan meredakan temperatur kulit si Kecil yang hangat.
Salah satu efek dari demam pada anak adalah dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Berikan minum yang banyak. Cobalah makanan berkuah kaldu, teh herbal misalnya teh jahe dan madu. Anda juga dapat memberikan jus buah yang dibekukan untuk mendinginkan demam pada anak dari dalam tubuh.
Bila anak suka pedas, beri ia sedikit makanan pedas kesukaannya. Karena sedikit makanan pedas dapat membuatnya berkeringat dan melancarkan peredaran darah.
Berikan makanan yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya lebih baik. Demam pada anak membuat selera makan jadi menurun. Jadi pastikan apa yang ia makan benar-benar bergizi. Kuah kaldu (bukan dari kaldu blok, tetapi kuah rebusan ayam/daging) adalah salah satu contoh makanan bergizi untuknya.
Istirahat membuat suhu tubuh mudah reda. Bila si kecil terus aktif bergerak, tubuh akan lelah dan temperatur dapat meningkat. Bila ia tidak mau tidur, putarkan acara TV kesenangannya dan minta ia berbaring.
Obat demam pada umumnya berbahan paracetamol/acetaminophen ataupun ibuprofen. Jangan menggunakan obat berbahan aspirin untuk anak di bawah umur 19 tahun, karena berisiko menyebabkan Reye’s syndrome yang menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak.

Wednesday, 2 December 2015

Sepenggal kisah Mujahid Maladewa Abu Yushau Maldifi meraih syahid di Bumi Jihad Syam



Engkau mungkin memiliki teman yang telah kau kenal selama 10 tahun. Namun ketika kau memiliki teman yang baru kau jumpai dalam jihad dan berjuang bersama-sama untuk meninggikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, meski kau baru bersama mereka selama beberapa bulan, kau akan merasa seakan telah bersaudara dengan mereka sejak lahir.
Hal ini diungkapkan oleh Abu Umar Al-Maaldifi dalam halaman Tumblr-nya menanggapi kabar syahidnya seorang Mujahid Maladewa baru-baru ini. Halaman Facebook Bilad Al Sham Media yang dikelola oleh Mujahidin Maladewa dengan Jabhah Nushrah telah mengumumkan gugurnya seorang Mujahid Maladewa yang begitu merindu syahid. Ia adalah Abu Yushau Maldifi, rahimahullah.
Berikut sepenggal kisah perjalanan jihad Abu Yushau hingga ia meraih kesyahidan yang begitu dirindukannya di Bumi Jihad Syam.
Bismillahirrahmanirrahim
Pengumuman kesyahidan Abu Yushau Maldifi rahimahullah
Dalam pertempuran Fouah, Idlib, saudara kita tercinta Abu Yushau Maldifi rahimahullah telah syahid.
Ia rahimahullah dikenal sangat ceria, bersemangat tinggi, tulus, baik, suka menolong dan perhatian dengan teman-temannya dan para muhajirin.
Setelah berita kesyahidannya sampai ke desa yang sering ia kunjungi, seorang wanita tua bertanya, “Katakan padaku, mujahid muhajirin mana yang telah meraih syahid? Apakah ia dari Maladewa? Yang kurus, pemuda jujur yang memiliki senyuman cerah di wajahnya? Yang setiap kali ia melihatku, ia memanggilku dan berkata ‘Wahai Ibu! Assalamu’alaikum’! Apakah itu dia?”
Meskipun dikatakan bahwa ia baru berada di sini selama beberapa hari, ia telah menyita rasa cinta dan hormat dari para Ansar dan Muhajirin di Negeri Syam.
Ia rahimahullah selalu berbicara tentang keinginan untuk mencapai kesyahidan sesegera mungkin. Jika ia mendengar tentang syuhada, ia akan merenung dan menegur dirinya sendiri serta mengatakan bahwa ia perlu memperbaiki dirinya sehingga ia bisa mencapai kesyahidan segera. Syahid adalah kata yang hampir ia sebut dalam setiap percakapannya.
Pada hari pertempuran, setelah shalat zuhur, Abu Yushau rahimahullah terlihat menangis tersedu setelah mendengarkan ceramah yang berkaitan dengan “Ikhlas”.
Setelah shalat ashar, Abu Yushau rahimahullah bergerak bersama dengan sekelompok tim Ighthiham (tim yang mengacaukan barisan musuh) ketika pertempuran dimulai.
Ketika tim Ighthiham terlibat dalam tembak menembak, beberapa mujahid terluka, dan Abu Yushau rahimahullah terlihat berlari untuk membantu membawa mereka ke sebuah tank. Dan saat itulah, ia terkena peluru penembak jitu [musuh] yang diarahkan kepada mereka. Innaalillahi wa innaa ilaihi raji’uun.
Ketika ikhwan-ikhwan lainnya menghampiri saudara kita tercinta rahimahullah ini, ia telah menghembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan dunia ini. Ia rahimahullah terlihat mengangkat jari telunjuknya dan tersenyum. SubhanAllah!
Beberapa orang benar-benar memenuhi perjanjian mereka, saudara yang rendah hati ini (begitu kami mengenalnya) masuk ke arena Jihad ini tanpa membawa apa pun di tangannya selain pakaian yang ia kenakan dan ia rahimahullah meninggalkan dunia dengan keikhlasan dan kecintaan menggenggam dien Allah. Pada sepuluh hari Dzul Hijjah yang diberkahi, pada hari terbaik dalam seminggu dan selama waktu terbaik sebelum matahari terbenam pada hari Jum’at.
Ibnu Abbas (semoga Allah meridhai dia dan ayahnya) juga meriwayatkan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda, “Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah). Para sahabat bertanya: Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi ﷺ menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun“. (HR Ad-Daarimi, 1/357; sanadnya hasan sebagaimana tercantum dalam Al-Irwaa’, 3/398).
Diriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin’ Amr berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, 1074; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ahkaam Al-Janaa’iz, halaman 49, 50)
Semoga Allah menerima amal baik dari ikhwan yang tulus ini, yang berusaha keras untuk bergabung dengan kafilah Jihad. Semoga ia bersatu dengan Nabi ﷺ, para sahabat, siddiqin dan syuhada. Semoga ia berada di antara orang-orang yang diberikan manisnya melihat Engkau, Ya Allah. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada keluarganya. Dan semoga kita akan bersatu dengannya di Jannatul Firdaus. Aamiin.
(banan/arrahmah.com)


Sumber : www.arrahmah.com

"Israel" menemui Google dan YouTube untuk membicarakan sensor atas video Palestina


Wakil Menteri Luar Negeri otoritas Zionis “Israel”, Tzipi Hotovely, telah bertemu dengan perwakilan dari YouTube dan Google untuk membahas cara-cara untuk bekerja sama dalam apa yang dia klaim sebagai perang terhadap “terorisme dan menghasut kekerasan”.

Surat kabar “Israel” Maariv melaporkan bahwa Hotovely setuju untuk bekerja dengan Google dan YouTube untuk membentuk mekanisme kerja bersama untuk memantau dan mencegah publikasi materi yang “menghasut” yang berasal dari wilayah Palestina, lansir MEMO pada Rabu (25/11/2015).

Sejak eskalasi terbaru dari kekerasan antara warga Palestina dan “Israel” yang meletus awal Oktober, banyak orang yang telah menyebarkan video yang menggambarkan agresi “Israel” terhadap warga Palestina. Harian Arab yang berbasis di London, Al-Araby Al-Jadeed telah menyatakan keprihatinan bahwa pertemuan tersebut menyarankan untuk membuat langkah menuju sensor materi yang akan disebarkan oleh warga Palestina di wilayah yang diduduki. (haninmazaya/arrahmah.com)

Barat tercengang, makan menggunakan tangan ala Rasulullah terbukti lebih sehat daripada menggunakan sendok dan garpu


Makan menggunakan tangan tentu terdengar aneh dan primitif serta pasti banyak orang yang merasa tidak tertarik melakukannya. Namun, cara yang disebut “primitif” itu ternyata merupakan cara makan yang lebih sehat, dan percaya atau tidak, cara itu ternyata dapat menjaga kondisi kesehatan Anda.
Demikian situs healthierwayoflife.com pada Selasa (13/10/2015) menyampaikan hal ini sebagai penemuan baru yang begitu mencengangkan.
Padahal terkait sunnah yang satu ini, Rasulullah ﷺ sudah mencontohkannya kepada kita jauh-jauh hari: Dari Ka’ab bin Malik dari ayahnya ia mengatakan, “Rasulullah ﷺ itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR. Muslim No. 2032 dan lainnya)
Lebih lanjut Healthier Way of Life menjabarkan beberapa manfaat makan menggunakan tangan tanpa sendok dan garpu, yaitu:
Mencegah Diabetes Tipe 2
Orang-orang yang makan dengan cepat beresiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Umumnya, jika Anda menggunakan garpu dan pisau maka Anda makan lebih cepat daripada makan dengan tangan Anda. Oleh karena itu, sebisa mungkin akan lebih baik jika Anda senantiasa makan dengan cara “primitif”.
Selain itu, Anda hanya dapat meyuap sepotong irisan makanan ketika Anda makan dengan tangan Anda, sementara jika Anda makan menggunakan garpu Anda, Anda dapat mengambil 5-6 potong sekaligus. Dan, Anda akan makan lebih lambat dengan tangan Anda daripada mengguankan garpu.
Meningkatkan Kinerja Sistem Pencernaan
Ini mungkin terdengar aneh, tapi makan dengan jari-jari Anda dapat meningkatkan kinerja sistem pencernaan juga karena ketika Anda mencuci tangan dengan sabun, semua bakteri jahat dibasmi sedangkan bakteri baik tetap ada di tangan Anda, yang bisa sangat sehat untuk usus Anda.
Selain itu, makan dengan jari-jari Anda bisa mengirimkan sinyal ke otak mengenai makanan yang Anda makan, apakah itu padat atau lembut, panas atau dingin, sehingga mempersiapkan sistem pencernaan untuk mencerna makanan tersebut.
Mencegah Makan Terlalu Banyak
Orang-orang yang makan dengan tangan memiliki berat badan yang lebih seimbang karena mereka tidak makan terlalu banyak. Akan menjadi sangat baik untuk anak-anak, jika orangtua mereka mengizinkan mereka untuk makan dengan tangan saja. Ini dianggap sebagai cara paling aman untuk mempertahankan berat badan normal.
Selain itu, orang-orang yang makan sambil melakukan sesuatu yang lain, seperti menonton TV, akan makan lebih banyak makanan daripada mereka yang fokus duduk dan makan saja.
Ketika Anda makan dengan tangan Anda, Anda tidak dapat melakukan hal lain karena tangan Anda tidak bersih dan atau sibuk. Oleh karena itu, Anda hanya terfokus pada proses makan dan Anda akan tahu berapa banyak makanan yang Anda makan dan kapan saatnya untuk berhenti.
Apa Makna Sunnah Makan dengan Tangan?
Di antara sunnah Nabi ﷺ, adalah makan dengan menggunakan tangan kanan dengan tiga jari. Diriwayatkan dari Ka’ab bin Malik, dari bapaknya, beliau mengatakan; “Rasulullah ﷺ itu makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim no. 20232 dan lainnya)
Tentang hadist di atas, Ibnu Utsaimin radhiallahu anhu mengatakan: “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan tidak rakus dan ketawadhu’an. Akan tetapi hal ini berlaku untuk makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari.
Adapun makanan yang tidak bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari, maka diperbolehkan untuk menggunakan lebih dari tiga jari, misalnya nasi. Namun, makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari maka hendaknya kita hanya menggunakan tiga jari saja, karena hal itu merupakan sunnah Nabi ﷺ.” (Syarah Riyadhus shalihin Juz VII hal 243)
Sementara itu, dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Dr Charles Gerba dari University of Arizona dikatakan bahwa kita tidak mungkin menghalangi kuman dan bakteri masuk ke dalam lingkungan kita. Namun kita bisa memerangi kuman dengan cara mencuci tangan setiap sebelum dan selesai beraktivitas.
Dan, seperti dipublikasikan paparetta.wordpress.com, pada bulan Oktober 2010 lalu. Makan menggunakan tangan terbukti lebih menyehatkan. Karena dalam tangan, terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri, sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.
Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya.
Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga –dengan asumsi sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya– proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri agar aktivitasnya tidak maksimal.
Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan. Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan alat perantara seperti sendok dan garpu, maka tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri. MasyaaAllah.



Sumber : www.arrahmah.com

Penulis

Followers

Popular Posts

Al-Qithar. Powered by Blogger.

Translate